Deteksi dini, Hindari Komplikasi

Sebanyak 366 juta orang penduduk dunia menderita diabetes dan angka kematian mencapai 4,6 juta pertahun. Padahal jika dideteksi dini serta dikelola dengan tepat dan konsisten, komplikasi diabetes dapat dicegah dan tidak harus menjadi mimpi buruk. Diperkirakan hanya 50% penyandang diabetes di Indonesia yang menyadari bahwa mereka menyandang diabetes. Mungkin saja Anda salah satunya ! 

Apa itu Diabetes Melitus?

Diabetes Melitus (DM) atau yang sering dikenal dengan penyakit kencing manis adalah kondisi dimana tubuh seseorang mengalami gangguan dalam mengendalikan kadar glukosa darah. Akibatnya, kadar glukosa darah meningkat (hiperglikemia) secara berkepanjangan (kronik).

Diabetes Melitus dikelompokkan menjadi dua tipe yaitu DM tergantung insulin (DM tipe-1) banyak dipengaruhi faktor keturunan, meski kontribusi faktor keturunan terhadap risiko DM hanya sebesar 5% dan DM tidak tergantung insulin (DM tipe-2). Sebagian besar kasus adalah DM tipe-2 yang banyak ditemukan pada orang yang mengalami obesitas atau kegemukan akibat pola hidup yang dijalaninya. Selain itu, terdapat DM yang dikenal dengan DM gestasional yang terjadi selama masa kehamilan.

Apa saja gejala dan tandanya?

Gejala atau keluhan klasik DM :

  • Sering berkemih/kencing (poliuria),
  • Sering atau cepat merasa haus/dahaga (polidipsia),
  • Lapar yang berlebihan (polifagia),

Gejala lain :

  • Kehilangan berat badan yang tidak jelas penyebabnya
  • Kesemutan/mati rasa pada ujung saraf di telapak tangan dan kaki
  • Cepat lelah dan lemah
  • Mengalami gangguan penglihatan secara tiba-tiba
  • Apabila terjadi luka/tergores, penyembuhannya lambat
  • Mudah terkena infeksi terutama pada kulit

Siapa sajakah yang berisiko?

Orang yang memiliki risiko terkena DM adalah mereka yang telah berusia > 45 tahun atau mereka yang berusia lebih muda tetapi mengalami kegemukan (Indeks Massa Tubuh > 23 kg/m2) dan disertai dengan faktor risiko lain sebagai berikut:

  • Kebiasaan tidak aktif
  • Orang tua menyandang DM
  • Riwayat melahirkan bayi dengan berat lahir > 4 kg atau riwayat DM pada saat hamil (DM gestasional)
  • Kadar kolesterol HDL 200 mg/dl.
  • Penderita Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau keadaan klinis lain yang berhubungan dengan resistensi insulin (gangguan fungsi insulin) Riwayat toleransi glukosa terganggu (TGT) atau glukosa darah puasa terganggu (GDPT)
  • Riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah

Mereka yang memiliki risiko DM dianjurkan melakukan pemeriksaan glukosa darah secara berkala, setahun sekali atau sesuai dengan anjuran dokter. Bahkan akhir-akhir ini, para ahli menganjurkan untuk menambahkan pemeriksaan HbA1c untuk mendeteksi kondisi prediabetes dan juga untuk pemantauannya.

Bagaimana cara mendeteksi dini gejalanya?

Diagnosis DM dapat ditegakkan melalui tiga cara:

  • Jika ditemukan gejala klasik DM, dan hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu > 200 mg/dl. Glukosa sewaktu adalah hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terakhir.
  • Pemeriksaan glukosa darah puasa ≥ 126 mg/dl dengan adanya keluhan klasik DM. Puasa diartikan individu tidak mendapatkan kalori tambahan selama minimal 8 jam.
  • Pemeriksaan kadar gula plasma pada tes toleransi glukosa oral (TTGO) ≥ 200 mg/dl. TTGO yang dilakukan dengan standar WHO, menggunakan beban glukosa yang setara dengan 75 g glukosa anhidrus yang dilarutkan ke dalam air.

Terapi dan pengobatan apa yang diberikan?

Bila hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Anda terdiagnosa DM, dengan mematuhi 4 pilar pengelolaan DM (Edukasi dan Pemahaman DM, Mengatur Pola Makan, Olah Raga serta Pengobatan dan Pemantauan Hasil Terapi melalui pemeriksaan laboratorium), Anda akan terhindar dari penyakit penyulit DM dan tetap dapat mempertahankan kualitas hidup.

Bila glukosa darah tidak dapat dikendalikan dengan pengaturan pola makan dan latihan fisik, maka dilakukan intervensi farmakologi yaitu dengan memberikan obat-obatan oral penurun kadar glukosa darah (hipoglikemik) dan bila diperlukan suntikan insulin.

Komplikasi dan Pencegahan

Penyandang DM yang tidak dapat mengendalikan kadar gula darahnya, berisiko mengalami komplikasi yang bersifat akut maupun kronik : Komplikasi akut dapat terjadi akibat kadar glukosa darah yang mendadak meningkat dangat tinggi atau mendadak turun menjadi sangat rendah yang dapat menyebabkan koma diabetes dan memerlukan perawatan gawat darurat

Komplikasi kronik terjadi akibat glukosa darah yang terus-menerus tinggi dalam jangka waktu lama, sehingga menyebabkan terjadinya gangguan aliran darah, yang dapat menyebabkan :

  1. Stroke
  2. Kebutaan
  3. Penyakit Jantung Koroner
  4. Penyakit Ginjal Kronik
  5. Luka yang sulit sembuh

Dengan pengelolaan diabetes yang baik, komplikasi-komplikasi tersebut dapat dicegah dan dihambat. Terdapat empat hal utama yang dapat dilakukan untuk mengendalikan kadar gula darah:

  1. Mengikuti pola makan sehat
  2. Meningkatkan kegiatan jasmani/aktivitas fisik
  3. Pengobatan yang sesuai
  4. Melakukan pemantauan melalui pemeriksaan secara berkala .

EVENTS

----------------------------------------------------------------------------------------------

Paket Psikotes Anak

Dapatkan promo Paket Psikotes Anak  di Bulan Juni - Juli. Read More

 

Paket Operasi Katarak

Dapatkan promo Paket Operasi Katarak Dengan Teknik Fakoemulsifikasi  di Bulan Agustus - September. Read More

 

Seminar Tumbuh Kembang Anak

 

RS Permata Bekasi menyelenggarakan seminar dengan tema "Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak". Read More

 

Perawatan Gigi

Dapatkan promo Perawatan Gigi di Bulan Juli - Agustus. Read More

 

 

Kick Off meeting - Business Plan 2015

 

Pada hari Rabu tanggal 25 Desember 2014 telah diadakan “Kick Off meeting – Business Plan 2015, RS Permata Keluarga Group” di Putri Duyung Cottage, Ancol, Jakarta Utara

 Read More

Business Plan Meeting RS Permata Keluarga Group

Business Plan Meeting Rumah Sakit Permata Keluarga Group diikuti oleh RS Permata Bekasi dan RS Permata Depok. Read More

 

Seminar kesehatan PT. Yutaka Manufacturing Indonesia

Sebagai bentuk kerjasama RS Permata Bekasi dengan perusahaan - perusahaan di daerah bekasi, RS Permata Bekasi dan PT. Yutaka Manufacturing Indonesia memberikan seminar kesehatan kepada para karyawan PT. Yustaka MAnufacturing Indonesia

Read More

Penyuluhan Kesehatan Ibu & Anak Kali Jambe, Lambang sari Tambun selatan


Sebagai bentuk kepedulian RS Permata Bekasi terhadap kesehatan masyarakat sekitar, secara rutin RS Permata Bekasi memberikan/mengadakan penyuluhan langsung ke masyarakat tentang pentingnya kesehatan. Bentuk dari kegiatan ini berupa pemberian materi kesehatan ibu & anak dan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Read More

 

ARTIKEL KESEHATAN

----------------------------------------------------------------------------------------------

Rematik

 

Merupakan sekelompok penyakit yang menyerang berbagai organ dan jaringan tubuh seperti tulang , sendi, otot, bahkan darah atau organ tubuh lainnya. Read More

Demam Berdarah

Adalah penyakit yang disebabkan virus dengue yang masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi, terutama Aedes aegypti. Read More

PAP SMEAR CEGAH KANKER SERVIKS SEDINI MUNGKIN

Apa itu Pap Smear ?

Pap smear adalah pemeriksaan untuk mendeteksi secara dini adanya kanker leher rahim (serviks), disamping itu dapat sebagai pendeteksi adanya infeksi pada alat reproduksi wanita. Read More

 

 

 

 

---------------------------------------------------------------------------------------------------

RS PERMATA BEKASI @2014